🏝️ Kepulauan Togean, Surga Tersembunyi di Teluk Tomini yang Kembali Jadi Primadona Wisata Sulawesi
Keindahan Kepulauan Togean di Kabupaten Tojo Una-Una kembali menjadi sorotan wisatawan domestik maupun mancanegara. Gugusan pulau di tengah Teluk Tomin ini disebut-sebut sebagai salah satu destinasi bahari terbaik di Indonesia Timur berkat kombinasi pantai putih, terumbu karang alami, dan kehidupan laut yang eksotis.

Pasca pandemi, angka kunjungan wisata ke Togean meningkat hingga 60 persen menurut data Dinas Pariwisata Sulteng. Peningkatan ini didorong oleh promosi digital dan pembenahan akses transportasi laut dari Ampana dan Gorontalo.
“Sekarang sudah jauh lebih mudah ke Togean. Jadwal kapal reguler tersedia hampir setiap hari, dan penginapan ramah wisatawan mulai banyak berdiri,” ujar Kadis Pariwisata Tojo Una-Una, Yusran Lampe, saat ditemui di dermaga Wakai.
Togean dikenal memiliki lebih dari 50 pulau besar-kecil dengan keunikan tersendiri. Di antaranya Pulau Kadidiri yang menjadi pusat diving, Pulau Una-Una yang terkenal dengan spot selam gunung api bawah laut, serta Pulau Poya Lisa yang menawarkan ketenangan bagi wisatawan yang mencari suasana privat.
Selain menyelam dan snorkeling, wisatawan juga bisa menikmati aktivitas island hopping, memancing tradisional, hingga menyusuri hutan mangrove yang masih terjaga alami.
Salah satu daya tarik paling unik di kawasan ini adalah Danau Mariona, danau air asin yang dihuni ubur-ubur tak menyengat — hanya dua tempat di dunia yang memiliki fenomena serupa, yaitu di Togean dan Palau (Pasifik).
Dengan potensi besar ini, pemerintah daerah terus berupaya memperkuat ekowisata berkelanjutan agar keindahan alam Togean tetap terjaga.
“Fokus kami bukan hanya jumlah wisatawan, tapi juga menjaga keseimbangan antara alam dan ekonomi lokal. Togean harus tetap lestari,” tambah Yusran.
Bagi pecinta petualangan dan laut biru, Kepulauan Togean tak sekadar tempat liburan — tetapi potret surga tropis yang hidup di jantung Sulawesi.